SEKILAS

PLTMH COKRO TULUNG

KABUPATEN KLATEN

Survey dilaksanakan pada hari Minggu 16 Desember 2007 pukul 10.00 s.d. 14.00 WIB

Oeh  : Toto Subagyo

Inset: Foto Penulis

Pendahuluan

Cokro adalah sebuah desa di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, di daerah tersebut ada mata air yang sudah dikenal sejak jaman Kasunanan Surakarta sebagai tempat untuk pemandian raja Kasunanan Surakarta menjelang Bulan Puasa yang sampai sekarang dikenal dengan istilah “ Padusan “.  sudah dikenal masyarakat . Hingga sekarang Cokro Tulung masih digunakan sebagai tempat untuk Padusan menjelang Bulan Puasa dan kesehariannya merupakan obyek wisata yang digunakan untuk rekreasi. Untuk memenuhi kebutuhan Listrik di Cokro Tulung sejak dahulu telah digunakan PLTMh. Meskipun pada awalnya

dengan menggunakan kincir air dengan tegangan 110 Volt. Saat itu ( tahun 1980 an). Sejak tahun 2006  dengan adanya proyek Pemerintah Kabupaten Klaten dalam Pekerjaan Pendampingan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro melalui APBD Kabupaten Klaten tahun 2006 telah dibangun PLTMh Cokro Tulung.

Pada awal pembangunan PLTMh Cokro Tulung ,  energi listrik yang dihasilkan digunakan untuk pabrik pengolahan mie SOON yang terletak di desa Daleman kecamatan Tulung ( 4 km dari lokasi ), namun dalam perkembangannya terjadi kesalah pahaman antara pihak pabrik dengan operator PLTMh sehingga jaringan listrik ke pabrik tersebut diputus. Dan sampai saat ini belum ada tindak lanjut nya, sehingga sampai sekarang masih kondisi terputus.

Sehingga sampai saat survey dilakukan energi listrik yang dihasilkan hanya dimanfaatkan untuk penerangan lokasi obyek wisata air Cokro Tulung dan kantor PDAM kota Surakarta di umbul Ingas Cokro Tulung.

Operasi PLTMh diserahkan pada seorang teknisi (Priyono alias Gendut) yang telah mengikuti Diklat di PT Hanjuang Bandung selama 1 minggu. Operator ini bertugas membersihkan sampah yang tersangkut pada kisi-kisi penyaring, mengatur debit aliran ke power hause, meminyaki bearing dan menyambung atau memutus aliran listrik setiap hari. Namun sayangnya tidak ada pembinaan dan pelatihan leanjutan sehingga cara kerjanya terlihat asal-asalan. Ditambah lagi operator tersebut tdak mendapatkan perhatian dari pihak pengelola obyek wisata dan kantor PDAM Surakarta.

Aliran sungai Pusur

Lokasi PLTMh, Wisata Air Cokro dan Umbul Ingas Cokro

Data PLTMh Cokro Tulung

Berikut disajikan data Proyek PLTMh Cokro Tulung :

No Uraian Keterangan
1 Nama Pekerjaan Pendampingan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro
2 Lokasi Kabupaten Klaten
3 Sumber Dana APBD Kabupaten Klaten tahun 2006
4 Nilai Rp. 460.277.000,00
5 Waktu Pelaksanaan 9 September s.d. 7 Desember 2007
6 Pelaksana CV. ADI TIRTA
7 Lama Pekerjaan 80 hari kerja

Data secara kongkrit dapat dilihat dari Foto dibawah ini

Untuk pembangkitan Listriknya, PLTMh Cokro Tulung menggunakan 2 generator sinkron (motor induksi) dengan spesifikasi masing-masing sebagai berikut:

No Uraian Data Satuan Keterangan
1 Massa 200 Kg
2 Putaran 1425 Rpm
3 Frekuensi 50 Hz
4 Daya Maksimum 30 Kilo Watt
5 Tegangan 220; 380 Volt Delta; Star
6 Arus 99; 57,3 Ampere Delta; Star
7 Pole 4 Buah
8 Daya Input Maksimum 40 HP

Analisa Hidraulika dan Daya Listrik

Analisa Hitungan Hidraulika dan daya PLTMh Cokro Tulung

  1. Menghitung kecepatan aliran (V) pada saluran menuju intake :

Kecepatan aliran dilakukan dengan cara manual yaitu menghitung waktu yang diperlukan gabus sejauh 4 meter pada saluran menuju intake :

No Jarak Waktu Kecepatan
1 4 meter 5,3 detik 0,75 meter/detik
2 4 meter 4,8 detik 0,83 meter/detik
3 4 meter 4,9 detik 0,82 meter/detik
4 4 meter 5,0 detik 0,80 meter/detik
5 4 meter 5,2 detik 0,77 meter/detik

Dari kelima data kecepatan tersebut diambil rata-ratanya :

Vrata = ( V1 + V2 + V3 + V4 + V5)/5

Vrata = ( 0,75 + 0,83 + 0,82 + 0,80 + 0,77)/5

Vrata = 3,97/5 = 0,794 = 0,79 meter/detik

  1. Menghitung luas penampang basah (A) saluran menuju intake :

Dari hasil pengukuran dengan rool meter (tukang) diperoleh data sebagai berikut :

Lebar saluran menuju intake (l) = 1,98 meter

Kedalaman saluran menuju intake (d) = 0,69 meter

Sehingga luas penampang basah (A) = 1,98 meter x 0,69 meter

= 1,37 meter2.

  1. Menghitung debit aliran saluran meuju intake :

Q = A x V

Q = 1,37 meter2.x 0,79 meter/detik

Q = 1,0823 meter3/detik

Q = 1,1 meter3/detik

  1. Menghitung head (H) pada turbin :

Tinggi head efektif diukur dari tinggi muka air terhadap turbin yaitu 1,21 meter

  1. Menghitung daya potensial :

Ppotensial = ρ x g x Q x H

Ppotensial = 1 x 10 x 1,1 x 1,21

Ppotensial = 13,31 kilo watt

  1. Menghitung daya tebangkit :

Pterbangkit = ηtotal x Ppotensial

Pterbangkit = 50% x 13,31

Pterbangkit = 6,655 kilo watt

Hasil perhitungan ini mendekati data yang diperoleh dari panel control yaitu :

Tegangan Arus 1 Arus 2 Arus 3 Daya
220 Volt 10 Ampere 10 Ampere 10 Ampere 6600 watt

Perbedaan ini disebabkan beberapa kemungkinan, antara lain :

  1. Air dari saluran menuju intake sebagian kecil masuk ke intake kiri (pada gambar) karena kebocoran pintu besi.
  2. Kesalahan pengukuran head ( keadaan yang sempit dan air yang bergolak pada bagian permukaan )
  3. Kehilangan energi pada system transmisi putaran (rasio yang terlalu besar mendekati 5 : 1)

NB:

Ini merupakan kondisi saat survey, sehingga pengetahuan yang dimiliki oleh penulis mungkun masih ada yang salah. Kondisi sekarang kedua turbin sudah berjalan baik dan air yang digunakan pun sudah berbeda dengan saat survey.

Foto Pendukung: