MEMANEN HUJAN  DENGAN MEMBANGUN EMBUNG

DI BOYOLALI

Sebagian besar daerah di Boyolali sampai saat ini  mempunyai masalah kekeringan pada musim kemarau, masalah ini diantaranya disebabkan oleh kesalahan dalam pengelolaan daerah aliran sungai dan kerusakan lingkungan. Untuk itu perlu bagi pemerintah Kabupaten Boyolali perlu menegakkan pelaksanaan Perda No 8 tahun 2008 tentang lingkungan hidup dengan  memberian sangsi berat bagi perusak lingkungan  dan memberikan reward bagi mereka yang menjaga kelestarian lingkungan. Pengelolaan air yang baik menurut Dr. Achmad M. Fagi , Ahli Peneliti Utama Badan Litbang Pertanian adalah menampung kelebihan air di musim hujan, agar bisa digunakan di musim kemarau melalui pembuatan embung sebagai langkah konservasi air sekaligus menahan laju erosi. Lebih lanjut dikatakan bahwa pembuatan embung merupakan solusi terbaik yang murah dan efisien. Selanjutnya air yang tertampung digunakan untuk keperluan pertanian di musim kemarau. Teknik pemanenan air hujan seperti ini cocok bagi ekosistem tadah hujan dengan intensitas dan distribusi hujan yang tidak pasti.

Embung adalah cekungan alamiah maupun buatan di daerah dataran tinggi atau pegunungan  yang berfungsi untuk menampung masa air,  baik air hujan maupun air yang berasal dari mata air dan sungai. Embung tidaklah seluas danau atau telaga maupun situ tetapi mempunyai manfaat yang sama yaitu sebagai sarana untuk mengurangi ketimpangan air pada musim hujan dan musim kemarau. Hal ini terjadi karena embung dapat memperlambat mengalirnya air dari pegunungan ke tempat yang lebih rendah sehingga akan menambah banyaknya cadangan air tanah yang meresap di pegunungan. Jika hal ini terjadi maka kondisi air tanah dipegunungan akan melimpah, seiring dengan berjalannya waktu maka pada musim kemarau air tanah tersebut akan muncul ke permukaan di daerah yang lebih rendah berupa mata air. Di samping itu, bila air sudah tertampung dalam embung, dapat juga dimanfaatkan sebagai tempat pemeliharaan ikan untuk usaha sampingan sebelum air itu digunakan sebagai pengairan. Jenis ikan yang dipelihara terutama ikan-ikan yang mempunyai toleransi tinggi terhadap kondisi lingkungan perairan yang buruk, sesuai dengan kondisi perairan embung yang tergenang. Ikan mujair biasanya dapat hidup dengan baik dalam kondisi perairan embung semacam ini. Dengan memperhatikan hal diatas maka perlu kita sambut gembira berita akan dibangunnya embung di desa Samiran dan Genting kecamatan Selo, dengan harapan dapat memberikan solusi bagi kebutuhan air bersih di Kabupaten Boyolali yang pada musim kemarau terkenal dengan kekeringannya.

Pembuatan embung mudah dilaksanakan, namun harus memenuhi beberapa kriteria seperti jenis tanah, kemiringan, tipe curah hujan, ukuran dan luas daerah tangkapan hujan. Penandaan alur air limpasan harus segera diketahui melalui pengamatan pada musim hujan, sehingga arah aliran air tersebut sebagai dasar penentuan letak embung. Disamping itu yang lebih penting lagi adalah  Dasar filosofi pembuatan embung secara ekologi – hidrolik haruslah  berorientasi pada embung yang alami artinya bahwa dalam pengelolaannya berangkat dari filosofi embung alami bukan berangkat dari filosofi reservoir atau kolam tando bangunan sipil hidro. Gambaran mengenai embung yang alami dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 1. Embung Lestari membuat penguapan menjadi rendah sehingga umur tampungan panjang.

Embung yang alami memenuhi kondisi ekologi-hidrolik dan dilingkari oleh pohon dan vegetasi yang secara umum dibedakan menjadi tiga ring. Ring pertama pada umumnya ditumbuhi pohon-pohon besar yang biasa ada di daerah yang bersangkutan. Ring kedua dipenuhi dengan pepohonan  yang lebih kecil yang relative kurang rapat disbanding ring pertama. Ring ketiga atau ring luar berbatasan dengan daerah luar embung, dengan tingkat kerapatan tanaman yang lebih jarang. Jika kondisi ini punah maka kan mempengaruhi umur dari embung itu sendiri. Untuk lebih jelasnya perhatikan illustrasi  berikut:

Gambar 2. Illustrasi pembuatan  kondisi ekologi-hidrolik dengan pembuatan ring vegetasi disekitar embung.

Penulis : Toto Subagyo

Guru SMK N 1 Mojosongo, Boyolali

Telp. Rumah (0276) 324348   HP: 08886758906